4. Dodol dawet
Setelah acara siraman berakhir, kedua orang tua
mempelai berjualan dawet atau disebut dengan dodol dawet. Ibu dari calon
pengantin akan berjualan sambil dipayungi sang suami. Dodol dawet ini
mempunyai arti kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan atau melepaskan
anaknya.
Tamu
yang ingin membeli dawet atau cendol ini harus membayar dengan uang kreweng yang
terbuat dari tanah liat. Kreweng ini menunjukan kehidupan
manusia yang berasal dari tanah. Selama prosesi berlangsung ibu akan melayani
pembeli dan ayah akan menerima pembayarannya. Ini memiliki arti mengajarkan
calon pengantin untuk mencari nafkah dan saling membantu.
5. Midodareni
Salah satu acara yang paling dinanti pada acara
pranikah adat Jawa adalah ritual midodareni. Prosesi ini dilakukan oleh calon
mempelai wanita. Ia diharuskan berdiam diri di dalam kamar sejak pukul
18.00-24.00 biasanya sang mempelai dirias dengan riasan sederhana.
Calon
pengantin wanita ini akan ditemani ibu dan kerabat dekat yang semuanya wanita.
Pada malam hari ada prosesi tantingan yang dilakukan oleh ayah
calon pengantin wanita. Ayah akan menanyakan bagaimana kesiapan dan kamantapan
hati sang putri untuk berumah tangga.
Pada
prosesi midodareni ini calon pengantin pria akan datang ke rumah sang calon
pengantin wanita. Tapi kedua calon pengantin ini tidak boleh bertemu sama
sekali. Calon pengantin pria yang datang ke rumah ini mempunyai makna kesiapan
pernikahan.
6. Srah-srahan di malam midodareni
Di malam yang sama calon pengantin pria akan membawa
srah-srahan ke rumah calon pengantin wanita. Srah-srahan ini biasanya berisi
perhiasan, pakaian, alat mandi, alat sholat, make up, dan berbagai makanan
tradisional. Biasanya di dalam srah-srahan ini juga ada setanda pisang raja
yang memiliki arti berkah dan rasa syukur.
7. Balang gantal
Setelah ijab kabul dilaksanakan prosesi pernikahan adat
Jawa masih berlanjut. Prosesi setelah ijab kabul ini disebut dengan upacara
panggih. Prosesi yang paling pertama dilakukan dalam panggih adalah balang
gantal. Jika kamu pernah melihat pengantin saling melempar sirih
inilah yang disebut dengan balang gantal.
Gantal
dibuat dengan daun sirih yang diisi dengan bunga pisang, kapur sirih, gambir
dan tembakau hitam. Prosesi ini dilangsungkan dengan cara pengantin berdiri di
arah berlawan dan saring melempar gantal. Ritial ini melambangkan kedua
mempelai saling melempar kasih sayang.
8. Ngindak endhog
Ngindak
endhong dalam bahasa Indonesia mempunyai arti injak telur. Prosesi ini memiliki
arti pengharapan kedua pasangan baru untuk mendapatkan keturunan yang merupakan
tanda cinta kasih. Selain itu ini juga dilambangkan sebagai kesetiaan istri
kepada suaminya.
9. Sindur
Setelah prosesi injak telur selesai, pengantin akan
melanjutkan dengan prosesi sindur. Kain sindur akan dibentakan kepada pengantin
oleh ibu dan bersama-sama dituntun sang ayah berjalan menuju pekaminan. Hal ini
adalah pengharapan agar pengantin baru ini siap menghadapi segala kesukaran
dalam hidup.
10. Kacar kucur
Sebelum prosesi kacar kucur dilangsungkan ada prosesi
timbangan dimana pasangan baru ini duduk di pangkuan ayah mempelai wanita.
Setelahnya baru dilangsungkan proses adat kacar kucur, mempelai pria akan
mengucurkan biji-bijian dan uang receh yang disimbolkan sebagai penghasilan.
Ini menunjukkan pria bertanggung jawab untuk memberi nafkah kepada keluarganya.
11. Dulangan atau suap-suapan
Proses suap-suapan atau dulang-dulangan juga ada di
prosesi pernikahan adat Jawa. Dulangan ini mengandung arti kiasan kalau
pasangan pria dan wanita diharapkan selalu rukun dan pengertian.
12. Bubak kawah
Prosesi terkahir ini biasanya akan berlangsung sangat
meriah dan paling ditunggu. Bubak kawah ini biasanya dilakukan saat mantu
pertama. Ungkapan rasa syukur kedua orang tua karena anaknya pertama kali
menikah.
Keluarga
menyiapakan peraatan dapur yang dipasang pada pikulan yang kemudian diarak
keliling tamu oleh ayah. Para tamu biasanya ramai-ramai berbeut peralatan dapur
ini karena mitosnya siapa yang mendapatkan alat dapur ini bisa enteng jodoh.
Pakaian Adat Jawa
Pakaian Adat Jawa – Jawa adalah etnis mayoritas
yang ada di Indonesia. Meski sebagian besar menghuni Pulau Jawa, namun
keturunan Jawa banyak tersebar di berbagai pelosok. Hal itu turut berpengaruh
pada banyak diadopsinya budaya Jawa dalam praktik hidup keseharian masyarakat.
Serta
yang paling dapat dilihat adalah penggunaan pakaian adat Jawa yang mulai surut.
Pakaian adat Jawa banyak dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal
maupun kasual.
1. Kebaya
Berbicara tentang pakaian adat Jawa,
hal pertama yang terlintas adalah kebaya. Kebaya adalah jenis blus, tunik, atau
atasan tradisional yang dikenakan khusus oleh kaum perempuan.
Biasanya
dibuat dengan bahan tipis yang dipadukan dengan kain batik, sarung, atau
songket. Nama kebaya sendiri berasal dari Bahasa Arab, abaya yang
memiliki arti pakaian.
Ada
sumber yang menyebutkan bahwa kebaya dibawa dari Tiongkok dan mengalami
akulturasi
budaya
sesampainya di tanah Jawa. Pada masa itu, kebaya adalah salah satu simbol
aristrokasi perempuan bangsawan yang membedakan mereka dengan rakyat jelata.
Rafles
menuliskan bahwa jenis kebaya berbahan sutra, brokat, atau beludru dengan
bukaan yang disatukan dengan bros di depan dada sudah ada pada 1817.
Seiring
berjalannya waktu, kebaya tak pernah kehilangan peminat. Dapat dikatakan,
kebaya adalah saksi dari perkembangan Indonesia sejak zaman kerajaan-kerajaan
Nusantara hingga sekarang.
Kebaya
bertahan dari pakaian perempuan bangsawan, pakaian perempuan kolonial, dan
sampai saat ini masih menjadi pilihan perempuan-perempuan Indonesia dalam
berbagai acara formal.
Perkembangan
model kebaya turut mengikuti perkembangan dunia fesyen. Modelnya tak berhenti
pada gaya klasik namun terus disesuaikan dengan arah mode yang sedang tren.
2. Jawi Jangkep
Jawi
Jangkep secara resmi terdaftar sebagai pakaian adat Provinsi Jawa Tengah. Sama
halnya seperti kebaya yang khusus dikenakan oleh kaum perempuan, Jawi Jangkep
dikhususkan untuk kaum pria. Pakaian ini berasal dari adat Keraton Kasunanan
Surakarta.
Jawi
Jangkep sendiri memiliki 2 jenis, yaitu Jawi Jangkep dan Jawi Jangkep padintenan (keseharian).
Jawi Jangkep mengkhususkan penggunaan atasan hitam yang hanya boleh dikenakan
pada acara formal. Sedangkan Jawi Jangkep padintenan mengenakan atasan berwarna
selain hitam yang boleh dikenakan pada acara non formal. Kelengkapan pakaian
Jawi Jangkep adalah sebagai berikut:
- Penutup
kepala berupa blankon atau destar.
- Pakaian
atasan dengan bagian belakang jauh lebih pendek untuk tempat keris.
- Setagen.
- Epek,
timang, dan lerep sebagai sejenis ikat pinggang.
- Kain
bawahan.
- Wangkingan
atau keris.
- Canilan
atau selop sebagai alas kaki.
Hingga
saat ini pakaian Jawi Jangkep masih sering menjadi pakaian pilihan, khususnya
untuk acara-acara adat formal.
3. Beskap
Beskap adalah salah satu jenis pakaian
atasan pada Jawi Jangkep, namun seiring perkembangannya sering dikenakan
terpisah. Tradisi memakai beskap sudah ada sejak zaman Mataram, akhir abad
ke-18.
Memiliki
bentuk kemeja lipat dan berkerah bukan lipat, biasanya beskap menggunakan warna
kain yang polos. Kancing pada beskap terletak pada sisi kanan dan kiri serta
pola kancing menyamping. Sebagaimana halnya dengan pakaian atasan untuk Jawi
Jangkep, bagian belakang beskap terbuka untuk tempat keris.
Terdapat
4 jenis beskap, yaitu: Beskap gaya Solo, yaitu jenis beskap yang terinspirasi
dari pakem budaya Keraton Kasunanan. Beskap gaya Yogya, beskap jenis ini
merujuk pada pakem Keraton Kasultanan dan Beskap landung, adalah jenis beskap
dengan bagian depan yang panjang serta Beskap gaya kulon.
4. Surjan
Surjan adalah kemeja atasan yang
khusus digunakan oleh kaum pria berlengan panjang dengan kerah tegak dan
terbuat dari kain bermotif lurik atau bunga. Nama surjan merupakan singkatan
dari gabungan kata suraksa-janma yang berarti menjadi
manusia. Ada pula yang mengatakan surjan berasal dari kata siro dan jan yang
artinya pelita.
Menurut
sejarah, surjan sudah ada sejak zaman Mataram Islam yang diciptakan pertama
kali oleh Sunan Kalijaga. Pakaian ini sering juga disebut sebagai pakaian taqwa
karena memiliki makna religius.
- 6
buah kancing pada kerah melambangkan rukun iman.
- 2
buah kancing pada dada kiri dan kanan melambangkan dua kalimat Syahadat.
- 3
buah kancing yang tak terlihat di bagian dada dekat perut yang
melambangkan nafsu manusia yang harus dikendalikan.
Pemakaian
surjan dulunya terbatas pada bangsawan dan para abdi keraton.
5. Kanigaran
Kanigaran merujuk pada dandanan khusus
pengantin dari keluarga kerajaan di Kesultanan Ngayogyakarta yang disebut paes
ageng kanigaran. Riasan ini dipersilakan untuk dipakai oleh masyarakat umum
pada masa pemerintahan Sultan HB IX. Kanigaran sarat akan makna filosofis dan
banyak diminati calon pengantin, khususnya bagi yang berdarah jawa.
Pakaian
kanigaran terbuat dari bahan beludru warna hitam yang dilengkapi dengan
kain dodot atau kampuh sebagai bawahan.
Riasan dan aksesoris beserta cara pakainya memiliki aturan khusus tersendiri
dan hanya perias terlatih yang mampu melakukannya.
6. Basahan
Sama
halnya dengan kanigaran, basahan merujuk pada dandanan yang digunakan oleh
pengantin. Berasal dari warisan kebudayaan Mataram, basahan masih banyak
menjadi dandanan pilihan untuk upacara
Pembeda
antara dandanan basahan dan kanigaran adalah gaya berpakaiannya. Jika kanigaran
mengenakan pakaian luaran berbahan beludru di luar kemben, pada basahan pakaian
luaran tersebut tidak ada. Riasan dan aksesoris yang digunakan hampir
menyerupai pada dandanan paes ageng kanigaran.
7. Batik
Batik adalah hasil abreviasi dari
kalimat jawa babat soko sak tithik, yang secara istilah dapat
diartikan mengerjakan sesuatu sedikit demi sedikit. Ada pula yang menerangkan
bahwa batik adalah gabungan dari amba yang artinya
luas/lebar dan thik/titik/matik yang artinya membuat titik.
Sehingga
dapat diartikan sebagai menggambar (dan menggabungkan) titik-titik pada kain
yang lebar. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO akhirnya mengakui bahwa batik adalah
warisan budaya yang berasal dari Indonesia. Sejak saat itulah, batik kian
populer dan dikenakan untuk berbagai kesempatan.
Secara
masif, masyarakat berbondong-bondong beralih mengenakan batik untuk acara
formal. Bahkan instansi-instansi, baik pemerintah maupun swasta, serta
sekolah-sekolah menambahkan batik sebagai seragam wajib.
Selain
itu, disamping motif baku milik keraton, para produsen batik pun kian kreatif
dan berani dalam memberikan warna dan corak pada kain. Setiap daerah memiliki
karakteristik motif tersendiri yang dipengaruhi oleh kondisi geografis dan
budaya setempat.
Batik
dari daerah yang pesisir biasanya lebih dinamis dalam pemilihan corak dan
warnanya dibanding dengan dari daerah yang masih terpengaruh oleh budaya
keraton.
Seiring
dengan perkembangan zaman, model pakaian batik pun kian beragam. Kain batik
tidak hanya berakhir sebagai bawahan untuk kebaya, namun juga sudah kaum
perempuan menjadikan batik sebagai gaun maupun atasan. Sehingga tidak terkesan
ketinggalan zaman, justru mampu meningkatkan kecintaan akan warisan budaya
nasional.
Saat
ini, gerakan kembali kepada yang tradisional menjadi tren, terutama untuk
urusan pakaian. Beberapa instansi pemerintah sudah menggalakkan untuk
menggunakan pakaian adat di salah satu hari kerja.
Termasuk
penggunaan batik sebagai seragam resmi di berbagai instansi pendidikan. Bangga
dengan budaya dalam negeri bukan berarti akan tertinggal dengan persaingan
global.
Jarik merupakan sebuah
kain yang bermotifkan batik dengan berbagai corak. Jarik sendiri mempunyai
filosofi tersendiri yaitu sebuah tingkatan dalam hidup. Batik dulunya dipakai
untuk beraktivitas sehari hari oleh kaum wanita baik muda maupun tua.
Kita sebagai kaum jawa alangkah baiknya menjaga warisan nenek moyang ini
dengan baik. Meskipun wanita kini cenderung mengenakan celana, tidak ada
salahnya jika sesekali mengenakan jarik untuk beraktivitas misalkan kondangan
dan lainnya.
Keris memang bukan
untuk dipakai dan bukan menjadi pakaian adat. Tapi jangan salah, keris
merupakan pelengkap utama pakaian surjan. Serasa ada yang kurang jika
mengenakan surjan tanpa ada hiasan keris di punggungnya.
Keris disini bukan merupakan keris yang asli dan tajam. Hanya sepotong kayu
yang diukir menyerupai keris sungguhan dan dikemas dengan tempat keris
sungguhan. Sungguh unik dan langka sekali adat dari masyarakat jawa ini.
Blankon merupakan
tutup kepala yang terbuat dari kain diikat, bercorak larik. Di bagian blankon
yang belakang terdapat monjolan dari kain yang dibundel. Blankon di Jawa Tengah
terdapat dua ikatan yang diibaratkan dengan dua kalimat syahadat.
Ikatan pada bagian belakang blankon diikat dengan kuat, karena menjadi
filosofi tentang pentingnya berteguh pada pendirian yang kuat. Blankon sendiri
juga berfungsi untuk menyembunyikan rambut yang panjang. Konon rambut yang
panjang adalah aib, maka kita harus selalu menyembunyikan aib dengan blankon.
Pakaian adat
selanjutnya adalah kemben. Kemben merupakan penutup dada seorang wanita terbuat
dari kain panjang. Kain tersebut dililitkan dari daerah dada hingga sampai
bawah pinggul.
Kemben sebenarnya hanyalah sebuah pelengkap sebuah pakaian adat. Akan
tetapi kemben dari dulu hingga sekarang hanyalah digunakan oleh masyarakat Jawa
Tengah. Tentu kita harus tau meskipun pakaian ini tidak terlalu penting karena
tidak kelihatan.
Hampir sama dengan
blankon, kuluk merupakan penutup kepala yang kaku dan tinggi. Kuluk salah satu
pakaian adat yang sering digunakan untuk pernikahan. Saat menghadiri acara adat
jawa kuluk ini juga sering digunakan.
Selain digunakan untuk pernikahan, kuluk juga dipakai raja raja yang
digunakan untuk upacara di masing masing kerajaan. Kuluk memang dikhususkan
untuk acara tertentu, serta tidak semua orang bisa menggunakannya.
Stagen merupakan
sebuah kain yang panjang berbentuk gulungan. Biasa yang digunakan untuk menahan
jarik agar tidak melorot. Stagen merupakan pakaian pelengkap yang dikenakan
sebelum memakai kebaya atau beskap.
Stagen saat ini jarang sekali digunakan, hanya beberapa yang masih
mengenakan stagen. Selain barangnya sudah langka, memakai stagen sangat ribet.
Stagen biasanya juga digunakan untuk terapi perut agar perut tidak terlalu
besar.
Kain tapih pinjung
merupakan pakaian adat yang sering digunakan dililitkan di pinggang. Dari kiri
ke kanan untuk melilitkan ke perut dan pinggang. Kain tapih pinjung terbuat
dari jarik yang bermotif batik.
Tujuan utama mengenakan kain ini adalah agar menutupi stagen yang sudah
dikenakan. Kain tapih pinjung hanya dijadikan sebagai penambah dari berpakaian
adat khususnya Jawa Tengah. Tidak ada salahnya jika kita tetap membudidayakan
peninggalan nenek moyang ini.
Sinjang atau dodot merupakan
kain katik panjang yang digunakan untuk menutup badan yang bagian bawah.
Termasuk pakaian adat akan tetapi tidak menjadi baku seperti kebaya. Sinjang
dibutuhkan karena untuk menutup badan. Meskipun tidak terlalu penting akan
tetapi sinjang atau dodot juga diperlukan.
UPACARA PAES
Hiasan pada dahi pengantin putri tidak semata-mata
ditatahkan untuk mempercantik saja. Lebih dari itu, terdapat makna filosofis di
dalamnya. Dan setiap bentuknya mewakili pengharapan dan doa bagi sang mempelai
dan keluarganya kelak.
Lekukan yang berbentuk seperti setengah bulatan
ujung telur bebek ini bermakna harapan bahwa seorang wanita akan ditinggikan
derajatnya dan dihormati. Diharapkan agar kedua mempelai dapat menjadi
pasangan yang sempurna. Wanita selalu dihormati dan ditinggikan derajatnya.
Lekukan yang berada di samping kiri dan kanan
penunggul yang disebut pengapit. Lambangnya mengapit atau mengontrol
penunggul agar jalannya selalu lurus, sehingga tidak ada rintangan yang berarti
dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Lekukan yang berada di sebelah kanan dan kiri
pengapit yang adalah penitis.Melambangkan bahwa segala sesuatu harus ada tujuan
dan tepat sasaran. Seperti dalam menentukan anggaran rumah tangga.
Lekukan yang memperindah cambang yang disebut
godheg. Mempunyai makna agar kedua mempelai selalu introspeksi diri, dan
dalam melaksanakan segala sesuatu tidak gegabah dan terburu buru.
Untuk memperindah paes, dipasang hiasan pada
tengah-tengah dahi yang disebut cithak. Hiasan yang berbentuk belah ketupat ini
bermakna penutup agar terhindar dari perbuatan tercela yang dilakukan oleh
orang lain.Demikian pembelajaran kita tentang adat istiadat jawa.
Semoga bermanfaat utamanya kita sebagai orang yang lahir,hidup dan mungkin nanti....dari kehidupan dunia khususnya tanah tumpah darahku ,sebuah desa di salah satu bagian dari kota kebumen.
BalasHapusUntuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 9 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusPOKER, DOMINO, CEME, CEME KELILING, CAPSA, SUPER10, OMAHA ,BLACKJACK,SUPERBULL TERPERCAYA DI INDONESIA
dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
- Bonus Cashback 0.3%. Dibagikan Setiap hari SENIN
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus referral 20% SELAMANYA
- Minimal Deposit dan Withdraw hanya 10 rb Proses Aman & cepat
- 100% murni Player vs Player ( NO ROBOT )
Kini Hadir Deposit via Pulsa ( Online 24 Jam )
|| WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||