IDUL  ADHA DI TENGAH PANDEMI COVID 19

 Manisih

Email: manisihitol80@gmail.com

Idhul Adha tahun ini kembali dalam keaadaan darurat karena masih merebaknya Corona Virus Disease 19. Seperti tahun lalu, Idul Adha tahun 1442 H/ 20 Juli 2021 kali ini  dirayakan dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai Surat Edaran Bupati Kebumen Nomer 443/1377  tanggal 19 Juli 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, Dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Kabupaten Kebumen. Dengan diberlakukannya SE Bupati tersebut diharapkan akan tetap terjaganya protokol kesehatan di wilayah Kebumen dan akan menekan penyebaran Covid 19 karena Kebumen termasuk dalam Zona merah sehingga harus selalu diwaspadai jangan sampai bertambah dan bertambah lagi. Dengan adanya SE Bupati tersebut diharapkan masyarakat Kebumen mematuhinya dan bekerja bersama sama untuk selalu menekan penyebaran Covid 19.

Kebiasaan baru tentang perayaan Idul Adha adalah sholat Idul Adha di rumah masing masing bersama keluarga, tidak diadakannya takbir keliling di malam Idul Adha dan pemotongan hewan qurban dengan tidak banyak orang yang terlibat di dalamnya serta teknik pembagian kupon pengambilan daging qurban yang ditiadakan ( daging qurban langsung diantar ke rumah-rumah warga).

Dengan adanya pemberlakuan SE Bupati Kebumen tersebut, warga Kebumen siap menjalankan surat edaran tersebut. Di malam hari Idul Adha, warga Kebumen melaksanakan takbiran di rumah mereka masing –masing. Sambil ikut menyaksikan acara live di I news channel mengenai takbir virtual Bapak Presiden RI Joko Widodo, Bapak Wakil Presiden RI Bapak Kyai Makruf Amin dan lain- lain. Mereka mencoba untuk bias menerima cobaan dan ujian virus Corona ini sebagai sarana untuk bisa meningkatkan iman dan tetap membangun  imun mereka dengan bertakbir di rumah saja. Dalam renungan merekapun selalu meminta dan berharap segeralah sirna virus ini dari muka bumi terkhusus bumi Indonesia yang mereka cintai.

Pagi harinya mereka bersiap untuk menjalankan ibadah sholat Idul Adha di rumah saja. Ya...di rumah saja bersama keluarga inti. Setelah selesai sholat , kepala rumah tangga memberikan kutbah sholat Idul Adha. Mereka bersalam-salaman saling memaafkan di hari yang penuh makna tentang sebuah pengorbanan. Seperti pengorbanan mereka dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami. Mereka berusaha untuk bersikap legowo menerima cobaan dan ujian ini. Yang selalu ada dalam muhasabah mereka adalah segeralah sirna virus ini sehingga kehidupan akan kembali berjalan normal tanpa ada kekhawatiran dalam berinteraksi di kehidupan dunia dan tetap menjaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan di mana mereka tinggal.



Gambar 1. Sholat Idul Adha di rumah

Pemotongan hewan qurban segera dipersiapkan setelah selesai sholat Idul Adha. Beberapa tetangga yang diminta membantu proses penyembelihan dan pemotongan datang. Mereka mulai mengerjakannya dengan cekat ceket supaya tidak terlalu lama berkerumun walau hanya beberapa orang saja. Penyembelihan selesai , dilanjutkan dengan pemotongan dan pengemasan. Daging , kulit, tulang dan jeroan segera dipotong- potong dan dimasukkan ke dalam kresek. Kresek demi kresek telah terisi daging qurban hingga berjumlah ratusan kresek.

 



Gambar 2. Pemotongan hewan qurban

Menjelang dhuhur pemotongan dan pengemasan daging qurban siap untuk didistribusikan ke rumah-rumah warga. Di rumah si A ada daging qurban kambing, di rumah si B ada daging qurban sapi, di rumah si C ada daging qurban kambing lagi, begitu seterusnya. Dari satu rumah ke rumah yang lainnya ada kesibukan sendiri sendiri, dengan partai kecil – kecil untuk tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun (social distancing) dalam istilah bahasa asingnya. Para pemotong daging qurban beristirahat untuk makan siang di rumah orang yang berqurban. Setelah selesai makan siang (lunch), mereka pulang untuk mandi dan menjalankan ibadah sholat dhuhur bersama keluarga serta kembali ke tempat orang yang berqurban untuk bersiap membagikan daging- daging kurban ke rumah – rumah warga.

Tibalah waktunya pembagian daging qurban dari satu rumah warga ke rumah warga yang lainnya. Di bawah ini adalah cuplikan percakapan antara pengantar daging qurban dan salah satu warga ( in English’s Dialog) :

Ichsanudin : “Assalamu’alaikum Wr Wb….”

Bu Salmah  : “Wa’alaikumsalam Wr Wb…..”

Ichsanudin  : “Excuse me Bu Salmah, I am commanded by Mr. Mukhlasin      to give in this sacrificial meat. Would you mind receiving it to you and your family mom?”

Bu Salmah  : “ Oh….with pleasure! I am going to have rending then. Thank you very much. Please ask him that I am so saying thank you very much for him, I hope that It will give us blessing ever and forever. Will you a glass of orange juice? I am going to make it for you. Please wait in minutes.”

Ichsanudin  : “ Thank you very much , mom. I would like to, but I should go on my duty to deliver it. I am so sorry for not receiving your offer, I would come then next time, see you”.

Bu Salmah   : “ Okey, if It will be better for you, congrats to your duty, see you too”.




Gambar 3. Pendistribusian daging qurban

Dari rumah satu ke rumah lainnya (door to door) pengantar daging qurban bekerja untuk mengantarkan daging qurban hingga habis dan selesai  begitu tugasnya selesai dia kembali ke rumah orang yang meminta bantuannya (serah terima tugas) dan minta izin pulang untuk beristirahat. Semoga bermanfaat (good luck)

  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LETTER

MATERI B INGGRIS KELAS XI

INVITATION